GARASI
  • Beranda
  • Tentang
    • Pengunjung
    • Lokasi
    • Koleksi
    • Fasilitas
  • Cerita
  • Terlibat
  • Program
    • Eksplorasi Online >
      • Eksplorasi PBx
    • Live-in OASE-PAKIS
    • Eksplorasi Oase >
      • Eksplorasi 2016
      • Eksplorasi 2017
      • Eksplorasi 2018
    • Pramuka OASE
    • JURASIK
  • E-library
    • Bandar Dagang Nusantara
    • Mainan BABE
    • Matematika
    • Kajian Islam
    • Nusantara

Menyelesaikan Konflik

22/2/2018

0 Comments

 
Aku jarang sekali melihat ketrampilan ini (menyelesaikan konflik) dengan sadar dipelajari atau bahkan diajarkan. (Lestia Primayanti, 2018)

Pagi ini saat sedang berseluncur di dunia maya, mata saya tertumbuk pada komen di atas. Di hari sebelumnya saya juga mendengar cerita konflik yang mewarnai hari-hari anak-anak yang tengah berkegiatan bersama dalam kelompok. Kejadian-kejadian kecil yang pastinya bukan kebetulan ini membawa ingatan saya ke belakang dan tergerak menuliskan apa yang selama ini hanya di memori :-D 

Masih segar rasanya dalam ingatan hari-hari yang dipenuhi rasa frustasi karena anak-anak yang tak hentinya bersitegang ketika bersama Fadjar dan Melly baru mulai menggulirkan program pengembangan karakter anak, JURASIK, di penghujung tahun 2010. Sempat kami berpikir kemampuan menyelesaikan konflik itu seharusnya secara natural ada dalam diri anak. Hingga akhirnya kami menyadari keterampilan menyelesaikan konflik mutlak perlu dilatih bila kami semua, baik anak-anak maupun fasilitator, ingin melanjutkan program dengan bahagia :-D

Di tahun 2010 itu browsing sana-sini akhirnya kami punya prosedur untuk menyelesaikan konflik dan itu menjadi pegangan bersama. Selama ini tak pernah terpikir untuk memuatnya di sini, tapi dorongan pagi ini membuat saya bongkar hard disk dan menemukannya kembali. Termasuk selembar file print out pilihan cara/ide menyelesaikan konflik, yang biasa kami tawarkan ke anak-anak bila mereka kesulitan atau tidak tahu cara menyelesaikan konfliknya. Membukakan pilihan cara ini kami perhatikan efektif membantu anak untuk bisa menyelesaikan konfliknya sendiri.  Sayangnya referensi yang menjadi sumber inspirasi cara yang kami pakai ini tidak tersimpan oleh saya. 
Picture
Lembar untuk panduan fasilitator
Picture
Lembar untuk panduan anak
Keterampilan menyelesaikan konflik ini kami latih dengan langsung praktek pada saat konflik terjadi. Bahkan selama beberapa bulan di awal kegiatan yang berlangsung di halaman mesjid atau taman ini, kami sengaja membiarkan anak-anak bermain bebas. Menanti momen terjadinya konflik dan memanfaatkan untuk berlatih. Sebagai fasilitator kami pun mengasah kemampuan kami sebagai mediator. :-D

Bila terjadi konflik inilah 5 langkah yang kami praktekkan:
  1. Tenangkan diri (bila anak terlalu emosional dan tidak dapat bicara)
  2. Bertemu dan bicarakan problemnya (tindakan atau halnya, bukan orangnya)
  3. Bergiliran bicara dan mendengarkan (masing-masing menyampaikan versinya dan perasaannya)
  4. Pahami perasaan pihak yang lain (dengan mengulang apa yang disampaikan pihak yang berkonflik)
  5. Sepakati cara penyelesaian bersama (untuk dijalankan bersama)
Permintaan maaf bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Bila anak paham penyebab persoalan, berharap permintaan maaf muncul karena kesadaran sendiri.
Selain itu kami juga berlatih dengan bermain peran (role play) untuk mensimulasikan suatu kondisi dimana konflik terjadi. Ketika itu kami berkegiatan dengan anak-anak usia 7-8 tahun dan berikut beberapa contoh kasus yang kami pakai. Tentunya ini sesuai dengan potensi konflik yang dihadapi anak-anak seusia tsb. Semakin besar anak, tentu penyebab konfliknya juga akan berbeda. Namun cara penyelesainnya menurut saya tetap relevan, bahkan untuk dipakai orang dewasa menyelesaikan konflik sekalipun.

Latihan dan keluasan wawasan cara menyelesaikan konflik kami harap dapat membuat anak-anak trampil dan mandiri menyelesaikannya tanpa perlu bantuan penengah (mediator), serta tidak berlanjut sampai pada kekerasan verbal maupun fisik.
Picture
Contoh kasus konflik untuk bermain peran
0 Comments
    Picture
    Set furnitur dari karton (7/6/13)

    Kategori

    All
    2015
    2016
    2017
    2018
    2019
    2020
    2021
    Belajar
    Berbuat
    Buku
    Dongeng
    Eksplorasi
    Eksplorasi PBx
    Fasilitas
    FB Notes
    Film
    Ide
    Jirowes
    Jurasik
    Kebun
    Kegiatan
    Kejujuran
    Keterampilan
    Koleksi
    Komik
    Koperasi
    Koperasi Kompos
    Kreasi
    Kunjungan
    Lembar Aktivitas
    Liburan
    Masak
    Reduce Reuse Recycle
    Sabangmerauke
    Sains
    Sepeda
    Statistik
    Tamu
    Webinar
    XPO Pandemi
    XPO Pangan

    Pojok kreasi

    Cerita lalu

    November 2022
    February 2022
    December 2021
    November 2021
    July 2021
    March 2021
    January 2021
    December 2020
    April 2020
    February 2020
    May 2019
    April 2019
    August 2018
    February 2018
    May 2017
    February 2017
    January 2017
    July 2016
    January 2015
    December 2014
    November 2014
    December 2013
    July 2013
    June 2013
    April 2013
    March 2013
    January 2013
    October 2012
    July 2012
    April 2012
    January 2012
    December 2011
    August 2011
    February 2011
    January 2011
    December 2010
    November 2010
    January 2010
    December 2009

    RSS Feed

Powered by Create your own unique website with customizable templates.